Rabu, 06 Oktober 2010

Mendapatkan kopi luwak asli

Mendapatkan kopi luwak asli

Potensi kopiluwak di Indonesia tersebar di beberapa wilayah yang memiliki perkebunan kopi cukup luas dan perkebunan kopi tersebut biasanya berada di pinggir hutan yang merupakan habitat binatang luwak. Kopiluwak asli yang dihasilkan hingga saat ini adalah hasil dari pengumpulan dari alam. Dimana dengan melihat kondisi ini maka jumlah kopi luwak asli yang dihasilkan sangat bergantung dari musim buah kopi, luas wilayah perkebunan dan populasi binatang luwak. Dengan kata lain produksi kopi luwak sangat bergantung dengan alam sehingga sulit untuk memprediksikan jumalh produksinya.

Pengolahan



Kopi luwak asli yang dikumpulkan dari alam, biasanya masih dalam bentuk feses dari binatang luwak kemudian diproses dengan tatacara tersendiri hingga menghasilkan biji kopi liuwak asli dengan cita rasa istimewa.

Standar penggorengan (roasting)

rosater
Cara tradisional & modern dengan mesin

Pada umumnya penikmat kopi pada masyarakat Indonesia lebih menyukai jenis kopi yang dimasak hingga hitam. Sedangkan untuk beberapa negara asia seperti Korea, Jepang, Taiwan mereka menyukai cokelat kehitaman. Sedangkan untuk kawasan Eropa lebih menyukai warna kecoklatan.

Untuk memastikan kualitas penggorengan yang baik dan merata kami menggunakan mesin roasting Gene Cafetm. Pada dasarnya terdapat kurang lebih 8 jenis roasting yaitu:

Jenis Roasting Karakteristik
Light Roast Cokelat kekuningan, rasa asam yang kuat, aroma tidak kuat. Sedikit bau kopi mentah
Cinnamon Roast Ala Amerika. Sedikit asam. Warna Cinnamon (kayu manis)
Medium Roast Memiliki karakteristik asam dan aroma manis. Berwarna seperti kacang. Ala Amerika
High Roast Rasa pahit lebih terasa dibanding asam. Cocok untuk es kopi.
City Roast Standar aroma dan rasa yang seimbang. Ala Kota New York
Full City Roast Rasa pahit sedikit lebih terasa dari pada asam. Cocok untuk es kopi
French Roast Lebih pahit. Rasa unik yang kaya. Ala Eropa. Cocok untuk es kopi
Italian Roast Pahit dan aroma kuat tetapi tidak asam. Warna mendekati hitam. Cocok untuk Espresso maupun cappuccino


Penyajian


Metode penyajian dalam menikmati kopi luwak pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan penyajian kopi pada umumnya. Namun kami menyarankan berdasarkan pengalaman kopi luwak dapat dinikmati dengan menyeduh + 8 grm/150 cc air panas (95 - 98oC). Pergunakan air setelah mendidih supaya cita rasa dapat terjaga dan tidak ikut menguap beserta air mendidih. Pergunakan media cangkir yang berbahan keramik agar dapat menahan dan menjaga panas agar tidak cepat dingin. Kopi luwak akan lebih terasa nikmat bila dihidangkan tanpa gula (black coffe)

Selamat menikmati Kopi Luwak........

1 komentar:

Design by infinityskins.blogspot.com 2007-2008